A Knight of the Seven Kingdoms: Posisi Linimasa Westeros dan Hubungannya dengan Game of Thrones

Bisabasi.id – Penggemar semesta fantasi karya George R.R. Martin kembali disuguhi kisah baru yang membawa mereka menyusuri jalanan Westeros. Kali ini, melalui serial terbaru berjudul A Knight of the Seven Kingdoms, penonton akan mengikuti perjalanan Ser Duncan the Tall—seorang ksatria pengembara—bersama pendampingnya yang misterius namun cerdas, Egg.

Namun, satu pertanyaan besar langsung mencuat di benak penggemar: di mana posisi A Knight of the Seven Kingdoms dalam linimasa panjang Westeros yang membentang ratusan tahun?

A Knight of the Seven Kingdoms Berlatar di Era Transisi Westeros

Serial A Knight of the Seven Kingdoms mengambil latar waktu yang sangat penting dalam sejarah Westeros. Kisah Dunk dan Egg berlangsung pada tahun 209 AC (After Conquest), sebuah periode yang berada di antara House of the Dragon dan Game of Thrones.

Dengan posisi ini, serial tersebut menjadi jembatan naratif yang menghubungkan dua era besar yang telah lebih dulu dikenal oleh penonton HBO.

Linimasa Westeros: Posisi Dunk dan Egg

Untuk memahami konteks ceritanya, berikut gambaran singkat linimasa utama Westeros:

  • House of the Dragon
    Berlatar antara 101–131 AC, mengisahkan perang saudara keluarga Targaryen yang dikenal sebagai Dance of the Dragons.

  • A Knight of the Seven Kingdoms
    Berlatar 209 AC, mengikuti petualangan Dunk dan Egg di Westeros yang mulai stabil pasca konflik besar.

  • Game of Thrones
    Dimulai pada 298 AC dan berakhir sekitar 305 AC, mencakup War of the Five Kings serta ancaman White Walkers.

Dengan demikian, A Knight of the Seven Kingdoms terjadi hampir 100 tahun setelah House of the Dragon, dan sekitar 89 tahun sebelum peristiwa Game of Thrones dimulai.

Westeros di Era Dunk dan Egg: Damai Tanpa Naga

Tahun 209 AC menempatkan Westeros dalam kondisi yang relatif tenang. Dinasti Targaryen masih memegang kendali Iron Throne, meskipun kekuasaan mereka nantinya akan runtuh akibat pemberontakan Robert Baratheon pada 281 AC.

Kondisi politik yang lebih stabil ini membuat serial A Knight of the Seven Kingdoms berfokus pada cerita yang lebih personal dan berskala kecil. Alih-alih perang besar dan intrik tingkat kerajaan, kisah ini menonjolkan hubungan unik antara Dunk dan Egg, serta petualangan mereka di berbagai pelosok Westeros.

Salah satu perbedaan paling mencolok dari era ini adalah ketiadaan naga. Naga terakhir Targaryen diketahui mati pada 153 AC, sekitar enam dekade sebelum kisah Dunk dan Egg dimulai. Artinya, tidak ada lagi penunggang naga dalam serial ini. Makhluk legendaris tersebut baru akan kembali ke dunia Westeros saat Daenerys Targaryen menetaskan Drogon, Rhaegal, dan Viserion pada 299 AC.

Potensi Cerita Panjang di Semesta Westeros

Showrunner Ira Parker mengungkapkan bahwa George R.R. Martin telah membagikan gambaran besar untuk sekitar 10 hingga 12 novella Dunk and Egg. Hal ini membuka peluang besar bagi serial A Knight of the Seven Kingdoms untuk berkembang menjadi cerita jangka panjang yang terus bergerak maju dalam linimasa Westeros.

Bagi penggemar setia dunia A Song of Ice and Fire, serial ini bukan sekadar spin-off, melainkan potongan penting sejarah Westeros yang selama ini hanya hidup di halaman buku.

Leave a Comment