Bisa Basi

Jelang Akhir 2024, Volume Penjualan Semen SMBR Naik Tipis

Jakarta, bisabasi.id – PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) hingga kuartal III-2024 berhasil mencatatkan kinerja positif. Hal ini terlihat dari peningkatan volume penjualan sebesar 1% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Peningkatan volume penjualan ini berbanding terbalik dengan permintaan semen di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbangsel) yang ambles minus 1,4% terutama di pasar Sumsel dan Lampung.

Direktur Utama PT Semen Baturaja Tbk Suherman Yahya mengatakan, meskipun tantangan kompetisi di pasar semakin ketat, perseroan berhasil mempertahankan volume penjualan yang positif hingga kuartal III-2024.

“Kami melihat potensi peningkatan volue penjualan semen pada kuartal IV, terutama sebelum libur Natal dan Tahun Baru 2025 yang didorong oleh siklus permintaan yang menguat,” kata Suherman dalam Public Expose 2024 secara daring. (10/12).

Suherman menambahkan, tahun 2025 industri semen diprediksi masih akan menghadapi tantangan akibat kondisi pasar yang oversupply. Namun demikian, SMBR tetap optimis untuk dapat memanfaatkan peluang yang datang melalui program pemerintah yang berfokus pada pembangunan infrastruktur.

“Program infrastruktur, termasuk pembangunan 3 juta rumah dan pembebasan BPHTB untuk kategori tertentu, akan menjadi pendorong utama permintaan semen pada tahun 2025,” sambungnya.

Sementara, di tingkat nasional permintaan terhadap semen diprediksi akan tumbuh 1% dengan tingkat utilisasi industri yang meningkat sebesar 1% dibandingkan tahun 2023.

SMBR Bakal Perkuat Kontribusi Produk Non-Semen

Selain itu menurut Suherman, SMBR berencana untuk terus memperkuat kontribusi produk non-semen, seperti whiteclay dan limestone guna mendukung pertumbuhan berkelanjutan perusahaan. Dengan berbagai langkah strategis ini, SMBR percaya dapat terus mencatatkan kinerja positif meskipun dihadapkan dengan berbagai tantangan.

“Sebagai bagian dari komitmen terhadap keberlanjutan, saat ini SMBR memproduksi Semen PCC (Portland Composite Cement), semen rendah karbon yang sudah bersertifikasi Green Label dari Green Product Council Indonesia. Produk ini diproduksi menggunakan material ramah lingkungan yang mengurangi emisi karbon hingga 38%,” imbuh Suherman.

Produk semen dari SMBR juga telah memperoleh sertifikasi SNI dan memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang mencapai 89,34% yang mana ini jauh melampaui batas minimum yang ditetatpkan dalam Peraturan Menteri PUPR Nomor 21 Tahun 2021 yakni 40%.

Share:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top