Jakarta, bisabasi.id – PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) menggelar acara Investor Day yang bertujuan untuk memperkenalkan dan mensosialisasikan pembangunan infrastruktur dan jaringan Fiber-To-The-Home (FTTH) dengan memanfaatkan jalur rel kereta api sebagai jalur infrastruktur backbone.
Direktur Utama WIFI Yune Marketatmo mengatakan bahwa, sebagai bagian dari kunjungan ini, para investor diajak untuk melihat langsung salah satu pusat jaringan internet SURGE yang berlokasi di HUB Stasiun Cirebon Kejaksaan. Di lokasi ini mereka dapat menyaksikan instalasi jaringan internet terjangkau yang dirancang untuk menjangkau hingga 11 juta rumah tangga yang berada dalam radius sekitar 1 km dari jalur rel kereta api.
“Kami mempertemukan para investor dengan manajemen serta menunjukkan operasional bisnis kami agar mereka mendapatkan gambaran nyata mengenai potensi dan perkembangan terbaru dari SURGE,” katanya dalam keterbukaan informasi. (24/2).
HUB Surge di Stasiun Cirebon Sebesar 200 GB

Lebih lanjut Yune menambahkan, saat ini HUB di Stasiun Cirebon memiliki kapasitas atau space sebesar 200 GB, yang dibagi menjadi dua bagian masing-masing sebesar 100 GB. Dari jumlah tersebut, 100 GB dimanfaatkan untuk menyediakan layanan internet murah bagi masyarakat sekitar dengan kecepatan hingga 100 Mbps dan tarif yang sangat terjangkau, yakni Rp100 ribu per bulan dengan brand “Starlite”.
“Kami terus berkomitmen untuk meningkatkan pemerataan akses dan kecepatan internet di Indonesia. Akses internet yang lebih baik akan menjadi katalis bagi pertumbuhan sektor keuangan, pendidikan, dan ekonomi secara keseluruhan. Dengan menyediakan layanan internet berkecepatan tinggi hingga 100Mbps dengan harga terjangkau sebesar IDR 100.000, kami berharap dapat mempercepat transformasi digital di Indonesia,” sambungnya.
Ke depan, SURGE berencana untuk meningkatkan kapasitas server di lokasi ini menjadi 400 GB guna memperluas jangkauan layanan.
“SURGE saat ini telah memiliki jaringan fiber optic yang membentang di sepanjang rel kereta api di Pulau Jawa. Saat ini, jaringan tersebut telah dinikmati oleh sekitar 150 ribu rumah, dan sedang dalam proses pengembangan untuk menjangkau hingga 5 juta rumah, atau lebih dari 30 kali lipat dari jumlah saat ini,” ucap Yune.